A
Amri
basis kayaProduct Lead — Tribe 3 (PM Lead)
💪 Kekuatan
- Mentor & figur 'bapak/abah' yang mengayomiDisebut konsisten oleh hampir semua pengirim: Diva “beruntung bisa dibimbing langsung sama Lead yang super keren dan suportif”, Ica “figur mentor yang sangat mengayomi… gak pernah mengecilkan orang yang ilmunya belum setinggi itu”, Rizki “bapak bagaikan guru yang selalu menerangi jalan kami”.
- Membawa perubahan nyata ke cara kerja timAlda (eksternal): cara kerja tim “jauh lebih baik, lebih terarah, dan memiliki standar yang jelas”; Ican: “Jadi habit + culture baru di tim produk”; Dio: definisi kompetensi “Membawa Perubahan” yang nyata.
- Tidak menghakimi — fokus ke solusiDiyon: “nggak pernah nge-judge ketika ada kesalahan… lebih fokus ke 'gimana kita solve-nya?'”. Ini yang bikin orang berani salah & belajar (Ica: “orang bisa merasa AMAN untuk belajar”).
- Agen adopsi teknologi/tools baruIcan: inisiatif Amri bawa Claude ke tim bikin orang “lebih giat belajar pake tools2 baru” — dampak langsung ke cara kerja & semangat eksplorasi tim.
- Supportive, tenang, terstrukturAnggi: “bisa trs produktif, tenang dan terstruktur”; Fajar: “andalanque dan abah yang baik buat semua anak2 Tribe 3”; Uppie: semangat belajar & ngajar, sabar.
⚠️ Kekurangan & Area Pengembangan
- Reading the room & social cue (feedback eksplisit)Kemara: “jangan lupa untuk ditingkatkan lagi… skill bisa dapet social cue dan reading the roomnya”. Konteks: kadang perlu peka kapan orang butuh didengar vs diarahkan. Catatan Kemara juga: soal ‘kaku’ sudah jauh membaik (“kalo gitu udah top bgt”).
- Menampung banyak orang berisiko menguras energiKemara: “tempat aku berpulang kalo lagi suntuk dan tertekan bgt sama kerjaan”; Fajar & Ican minta Amri “betah2 di sini” / “jangan tinggalkan kami” — jadi tempat pulang banyak orang itu aset, tapi perlu dijaga energinya.
💡 Masukan & Saran Pengembangan
- Latihan deliberate reading the room: di 1-on-1/meeting, cek dulu “ini waktunya orang butuh didengar atau diarahkan?” — minta feedback ke 1-2 orang terdekat (mis. Kemara) tiap beberapa minggu.
- Formalize peran mentor: banyak yang belajar dari cara Amri — jadikan sesi mentoring/PAJAR yang terjadwal & eksplisit biar dampaknya ke-institutionalize, bukan cuma personal.
- Jaga energi: karena jadi “tempat pulang” banyak orang, pastikan ada outlet sendiri & delegasi ke co-lead (Fajar/coach lain) biar sustain.
- Lanjutkan peran agen tools/inovasi — itu diferensiator yang dihargai Ican & tim; bisa diwariskan dengan bikin pola ‘coba tools baru + sharing’ yang rutin.